Belajar Seumur Hidup! Pentingkah ?

. Jawabannya “Sangat Penting”.

.

Ketika manusia hidup didunia belajar merupakan hal yang penting, dengan belajar seseorang dapat memperoleh informasi secara aktual, meningkatkan kemampuan kognitif maupun psikomotorik, menciptakan sebuah karya, membedakan baik dan buruk, bersosialisasi untuk menciptakan kehidupan yang harmonis atau hanya sekedar untuk dapat memaknai kehidupan, kenapa manusia diciptakan dan tujuan yang hendak dituju ketika didunia atau ketika setelah kematian.

.

Menurut Mr. Winkel Belajar merupakan aktivitas mental atau psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan, nilai dan sikap.

.

Sadar atau tidak, selama ini kita telah melalui berbagai proses belajar. Kebutuhan belajarnya pun berbeda ketika kita pada masa kanak-kanak dengan masa dewasa ataupun lansia. Masa kanak-kanak kita hanya belajar berhitung, menghafal dan berbahasa dengan baik. Berbeda halnya ketika masuk masa dewasa, tentu proses belajarnya lebih kompleks dari sebelumnya, dimana orang dewasa tidak hanya berhitung dan menghafal orang dewasa belajar untuk menganalisa, kritis terhadap suatu masalah dan berakhir dengan menentukan keputusan.

.

Seiring dengan berjalannya waktu proses belajar mengalami kemudahan dengan berkembangnya teknologi yang semakin pesat akhir-akhir ini. Dimana orang tidak dipusingkan lagi dengan hitungan yang sulit karena ada kalkulator, tidak khawatir jika ada suatu materi yang lupa, tidak perlu mengorek-ngorek buku karena dengan menuliskan suatu yang kita cari akan didapatkan hanya dalam hitungan detik karena ada mesin pencari di internet.

.

Lalu, mengapa kita masih belajar ? sementara semua sudah tersedia.

Meskipun belajar menghitung dan menghafal bagi sebagian orang sudah dipandang tidak perlu. Akan tetapi sebenarnya belajar keduanya masih perlu untuk menunjang seluruh rangkaian belajar sejak kita lahir hingga kita tua nanti, itulah hakikat belajar seumur hidup. Jika kita belajar berhitung ketika kita menghitung sesuatu dengan menggunakan kalkulator, jika  hasilnya tidak masuk akal kita akan tahu dimana letak kesalahannya. Begitupun jika kita belajar menghafal maka kita akan terbiasa hafal dengan apa yang kita baca atau amati, jika suatu ketika ada informasi atau materi yang berbeda dengan apa yang kita pahami sebelumnya maka kita akan tahu bahwa hal tersebut adalah kebohongan/hoax semata.

.

Bukan hanya itu, Kita juga harus tetap belajar meskipun kita berada pada fase yang sedikit tidak memungkinkan untuk belajar, masa lansia misalnya. Belajar masih bisa menjadi alternatif agar daya ingat dan kemampuan berpikir dapat terpelihara. Belajar yang dibutuhkan oleh lansia mungkin adalah cara untuk memperoleh informasi oleh lansia yang dirasa masih penting karena meskipun sudah renta dirinya masih membutuhkan asupan informasi yang aktual agar dirinya tahu apa yang sedang terjadi disekitarnya saat itu juga. Cara belajar yang lainnya adalah mungkin belajar bagaimana cara mempersiapkan hari tua yang baik.

.

Maka dari itu, para pembaca sekalian tidak ada kata cukup untuk belajar karena dengan belajar kita dapat mengarungi kehidupan dengan baik. Keep learning J

-Rizki Pramayuda

This slideshow requires JavaScript.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s