Menelisik Sejarah Korea Utara dan Korea Selatan

Buat kamu-kamu pasti pernah bertanya-tanya kenapa sih kok ada Korea Utara sama Korea Selatan ? Mereka kan sama banget dari segi bahasa, budaya, ras, dll. Kenapa Korea itu ga bersatu aja sih ?

korea

Oke, saya akan menjelaskan sedikit asal muasal munculnya kedua Negara tersebut.

Kata kuncinya adalah adanya “Perbedaan Ideologi” akibat dari pengaruh dari Negara adidaya.

.

-Sejak berabad abad silam.

Ras dan Suku Korea telah ada dan hidup sebagai satu kesatuan yang terpisah dari suku china dan jepang. Mereka menyadari bahwa dirinya berbeda dengan Suku China dan Suku Jepang, sehingga dibuatlah suatu Negara yang wilayahnya terletak diantara China dan Jepang.

-Pada Tahun 1919, Jepang mulai melakukan ekspansi kekuasaan terhadap Negara-negara didunia termasuk Indonesia dan Korea.

Pada saat itu dibawah rezim kekaisaran jepang mengalahkan dan menguasai banyak Negara salah satunya adalah Korea. Korea dijajah untuk dijadikan bagian dari bangsa jepang. Jepang melakukan ekspansi besar-besaran terhadap Negara lain didunia, serangan besar terjadi ketika jepang menyerang pangkalan militer USA di Pearl Harbour, Hawai. Seketika itu Perang Dunia II pecah, USA dan Sekutunya sangat geram kepada Jepang. Hingga pada tahun 1945, Dua kota besar Jepang di BOM atom oleh sekutu dan Pihak Jepang mengumumkan kekalahannya dalam perang tersebut.

-Pada tahun 1945, Terjadi kekosongan kekuasaan atas Negara jajahan Jepang.

Setelah jepang mengumumkan kekalahannya pada PD II, Pasukan sekutu menyisir Negara-negara jajahan jepang yang bertujuan untuk menumpas seluruh tentara jepang. Ketika terjadi kekosongan kekuasaan pada saat itu pasukan sekutu dan Uni Soviet selaku rival pasukan sekutu mulai menginvasi ke Negara Korea. Pasukan Sekutu menyisir Negara Korea dari daerah Selatan dekat dengan jepang, sementara Uni Soviet menyisir Negara Korea dari daerah Utara dekat dengan negaranya yang sekarang kita kenal dengan Negara Russia. Kita tahu bahwa Sekutu memiliki Ideologi Kapitalisme sedangkan Uni Soviet memiliki Ideologi Komunisme. Keduanya saling bertolak belakang dan telah melakukan perang dingin sejak lama. Penyisiran kedua pasukan adidaya tersebut bertemu di Lintang 38o yang sekarang menjadi batas antara Korea Utara dan Korea Selatan. Pada saat itu kedua wilayah memiliki pemerintahan sendiri, disebelah Utara Korea dipimpin oleh Kim il sung dan daerah Selatan Korea dipimpin oleh Lee Seungwan. Pada saat itu adalah awal mula terpecahnya Negara Korea menjadi dua Negara yang berbeda yakni Korea Utara dan Korea Selatan. Perbedaan ideologi yang disebarkan oleh Sekutu dan Uni Soviet dapat diterima oleh masing-masing wilayah yang diinvasinya mengakibatkan rakyat Korea merasakan perbedaan antara mereka sendiri.

korea batas

-Pada 25 Juni 1950, Perang Korea pecah.

Sebagai akibat dari perbedaan ideologi yang dirasakan oleh kedua Negara, dan keduanya saling mengklaim bahwa negaranyalah yang lebih baik ternyata menimbulkan pertikaian. Perang tersebut berlangsung selama 3 tahun antara 1950-1953 sampai kedua Negara tersebut memutuskan untuk melakukan gencatan senjata (Istirahat Perang). Selama periode gencatan senjata keduanya mulai menata Negaranya masing-masing setelah mengalami kehancuran yang berarti, Korea Selatan membangun Negara dengan sistem pemerintahan Presidensil yang bercorak Demokrasi mengadopsi sistem pemerintahan Negara paman sam. Kedua Negara sebenarnya sudah merasa bosan dengan perang hingga periode gencatan senjata bablas sampai sekarang. Negara Korea Utara masih sangat benci dengan Negara Korea Selatan, hingga pemerintah dan para orang dewasa mendoktrin generasi penerusnya bahwa Korea Selatan itu Negara yang sangat Miskin. Korea Utara sejak dahulu begitu tertutup terhadap Negara lain karena pemimpinnya yang sengaja mengisolasi rakyatnya agar tetap tunduk padanya. Korea Selatan dapat berkembang pesat dan tumbuh menjadi Negara yang sangat maju karena Negara ini sangat terbuka dengan Negara lain di dunia. Korea Selatan maju dari segi perekonomian, Pendidikan, Industri, dan Infrastruktur. Sementara Korea Utara tidak menunjukan pertumbuhan yang signifikan, bahkan dapat dikategorikan sebagai Negara yang ketimpangan sosialnya begitu tinggi, infrastruktur kurang baik, pemerintahan yang diktator mengakibatkan rakyatnya begitu terbelenggu. Agar terlihat kuat, pemerintah Korea Utara terus mengancam dunia internasional dengan program nuklirnya.

korea women

-Pada tahun 2018, Korea Utara dan Korea Selatan Berdamai.

Setelah lama bertikai, akhirnya pada tahun 2018 kedua pemimpin Negara tersebut menyusun program perdamaian. Kim Jong Un(Korea Utara) dan Moon Jae In(Korea Selatan) bertemu di pintu perbatasan sebagai petanda bahwa kedua Negara telah berdamai. Kim jong un dan Moon Jae In merupakan pemimpin pertama dari generasi pemerintahan kedua negara yang pernah menginjakan kaki ke Negara musuh. Nampaknya Kim Jong Un tidak ingin rakyatnya begitu terisolasi dan terbelenggu. Namun protes dari sebagian rakyat di kedua Negara tetap berkobar disisi lain ada sebagian warganya juga mendukung agar Korea Utara dan Korea Selatan bersatu menjadi satu Negara. Ini telah berlalu, mudah-mudahan tetap seperti ini, dimana kedua Negara tidak lagi was-was dengan serangan. Keduanya bias hidup damai.

Writter : Rizki Pramayuda.

PILKADA JAWA BARAT SEBENTAR LAGI !!

Iya, lebih tepatnya Pilkada serentak akan dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2018. Jangan lupa ya milih buat yang sudah punya hak pilih, mohon jangan golput karena suara anda bisa menentukan nasib Jawa Barat di masa depan. Apakah kamu sudah menentukan pilihan ? Jika belum mari kita berkenalan dengan calon Gubernurnya. Lets check this out !

.

Pada tulisan kali ini ada beberapa poin penting yang akan kita ulas mengenai calon Gubernur yang hendak kita pilih nanti.  Pertama, mengetahui biografi semua calon Gubernur dan Wakil Gubernur. Kedua,mengetahui prestasi selama menjalani karir. Ketiga, mengetahui visi dan misi para calon Gubernur  dan Wakil Gubernur. Keempat, mengetahui elektabilitas para calon Gubernur  dan Wakil Gubernur. Kelima, mengetahui dana kampanye para calon Gubernur  dan Wakil Gubernur. Diharapkan warga Jawa Barat mengetahui poin penting  diatas dan menjadikan pertimbangan dalam memilih pasangan calon Gubernur dan  Wakil Gubernur untuk periode mendatang.

.

– Poin pertama dan kedua bisa anda cermati pada gambar yang telah dilampirkan.

– Visi dan Misi para calon Gubernur  dan Wakil Gubernur.

Pasangan Nomor Urut 1, Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) memaparkan kalau Jawa Barat membutuhkan pemerataan pembangunan dengan solusi “Jabar Juara Lahir Batin”.

Pasangan Nomor Urut 2, Hasanuddin-Anton Charliyan atau Hasanah membicarakan tujuh program unggulannya, yakni menyediakan lapangan pekerjaan, semua masyarakat mempunyai akses pangan, DP rumah 1%, Sekolah gratis plus gratis perawatan kesehatan, melakukan pembangunan turkamling (Infrastruktur Keamanan dan Lingkungan) dan pengawasan melalui program molotot.com.

Pasangan Nomor Urut 3, Sudrajat-Ahmad Syaikhu mempunyai visi misi membangun Jawa Barat yang memuliakan agama, sehat, dan unggul.

Pasangan nomor urut 4, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi memaparkan visi terwujudnya Jawa Barat yang adil sejahtera dan berkarakter.

“ Untuk pembahasan lebih lengkap mengenai Visi-Misa masing-masing calon bisa di akses di http://ayobandung.com/read/2018/03/12/29998/ini-visi-misi-yang-dipaparkan-cagub-dan-cawagub-jabar”.

– Poin keempat juga bisa anda cermati pada gambar yang telah dilampirkan. Tapi perlu diketahui arti dan makna dari kata elektabilitas. Sederhananya, elektabilitas berarti kesediaan orang memilihnya untuk jabatan tertentu. Artinya, elektabilitas berkaitan dengan jenis jabatan yang ingin diraih. Dalam masyarakat, sering diartikan, orang yang populer dianggap mempunyai elektabilitas yang tinggi. Sebaliknya, seorang yang mempunyai elektabilitas tinggi adalah orang yang populer.

– Poin kelima dana kampanye dari masing-masing pasangan calon. Menurut data pada bulan Pebruari 2018.

Pasangan nomor urut 1, Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum menyerahkan laporan terhitung tanggal 12 Februari 2018 sebesar Rp 2,23 miliar. Total dana yang telah dibelanjakan Rp 1,52 miliar. Sisanya RP 631 juta berada di rekening dana kampanye, dan sisanya ada di kas Rp 79,4 juta.

Selanjutnya pasangan nomor urut 2, Hasanuddin-Anton Charliyan menyerahkan laporan kampanye per tanggal 12 Februari 2018 sebesar Rp 250 juta. Dana yang telah dibelanjakan Rp 229,5 juta. Saldo yang tersisa Rp 20,5 juta. Saldo dana sisa itu masing-masing berada di rekening dana kampanye Rp 10 juta, dan sisanya ada di kas Rp 10,5 juta.

Pasangan nomor urut 3, Sudrajat-Ahmad Syaikhu menyerahkan laporan per tanggal 12 Februari 2018 sebesar Rp 15 juta. Belum ada yang dibelanjakan. Saldo per tanggal 12 Februari 2018 Rp 15 juta, seluruhnya berada di dalam rekening dana kampanye yang dilaporkan pada KPU Jawa Barat.

Terakhir pasangan nomor urut 4, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi menyerahkan laporan per 12 Februari 2018 sebesar Rp 201 juta. Belum ada yang dibelanjakan. Saldo dana kampanye tercatat Rp 201 juta, seluruhnya masih berada dalam rekening dana kampanye yang dilaporkan pada KPU.

.

Gimana ? sekarang sudah kenalan kan dengan para calon. Pilih yang mana ?

  1. Pilih pemimpin yang pandai mengelola daerah menjadi lebih baik ? Nomor urut 1.
  2. Pilih pemimpin yang berkarakter Militer ? Nomor urut 2.
  3. Pilih pemimpin yang pandai berdiplomasi ? Nomor urut 3.
  4. Pilih pemimpin yang mempunyai jiwa seni ? Nomor urut 4.

Semua keputusan ada ditangan anda ! Asal jangan salah pilih ya J

Pilihlah calon yang baik, berdedikasi untuk membangun Jawa Barat dan mengayomi masyarakat, dalam artian pilih mereka yang selalu menyentuh kepentingan setiap daerah termasuk daerah Jampang.

-Writter : Rizki Pramayuda

Source : http://ayobandung.com/read/2018/03/12/29998/ini-visi-misi-yang-dipaparkan-cagub-dan-cawagub-jabar”, https://pilkada.tempo.co/read/1099298/survei-indo-barometer, https://m.detik.com/news/berita/4080032/elektabilitas-terkini-cagub-jabar-jateng-jatim, http://jabar.tribunnews.com/2018/02/05/berikut-lima-sumber-dana-kampanye-yang-dapat-dipakai-oleh-bakal-calon-gubernur-jabar.

Belajar Seumur Hidup! Pentingkah ?

. Jawabannya “Sangat Penting”.

.

Ketika manusia hidup didunia belajar merupakan hal yang penting, dengan belajar seseorang dapat memperoleh informasi secara aktual, meningkatkan kemampuan kognitif maupun psikomotorik, menciptakan sebuah karya, membedakan baik dan buruk, bersosialisasi untuk menciptakan kehidupan yang harmonis atau hanya sekedar untuk dapat memaknai kehidupan, kenapa manusia diciptakan dan tujuan yang hendak dituju ketika didunia atau ketika setelah kematian.

.

Menurut Mr. Winkel Belajar merupakan aktivitas mental atau psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan, nilai dan sikap.

.

Sadar atau tidak, selama ini kita telah melalui berbagai proses belajar. Kebutuhan belajarnya pun berbeda ketika kita pada masa kanak-kanak dengan masa dewasa ataupun lansia. Masa kanak-kanak kita hanya belajar berhitung, menghafal dan berbahasa dengan baik. Berbeda halnya ketika masuk masa dewasa, tentu proses belajarnya lebih kompleks dari sebelumnya, dimana orang dewasa tidak hanya berhitung dan menghafal orang dewasa belajar untuk menganalisa, kritis terhadap suatu masalah dan berakhir dengan menentukan keputusan.

.

Seiring dengan berjalannya waktu proses belajar mengalami kemudahan dengan berkembangnya teknologi yang semakin pesat akhir-akhir ini. Dimana orang tidak dipusingkan lagi dengan hitungan yang sulit karena ada kalkulator, tidak khawatir jika ada suatu materi yang lupa, tidak perlu mengorek-ngorek buku karena dengan menuliskan suatu yang kita cari akan didapatkan hanya dalam hitungan detik karena ada mesin pencari di internet.

.

Lalu, mengapa kita masih belajar ? sementara semua sudah tersedia.

Meskipun belajar menghitung dan menghafal bagi sebagian orang sudah dipandang tidak perlu. Akan tetapi sebenarnya belajar keduanya masih perlu untuk menunjang seluruh rangkaian belajar sejak kita lahir hingga kita tua nanti, itulah hakikat belajar seumur hidup. Jika kita belajar berhitung ketika kita menghitung sesuatu dengan menggunakan kalkulator, jika  hasilnya tidak masuk akal kita akan tahu dimana letak kesalahannya. Begitupun jika kita belajar menghafal maka kita akan terbiasa hafal dengan apa yang kita baca atau amati, jika suatu ketika ada informasi atau materi yang berbeda dengan apa yang kita pahami sebelumnya maka kita akan tahu bahwa hal tersebut adalah kebohongan/hoax semata.

.

Bukan hanya itu, Kita juga harus tetap belajar meskipun kita berada pada fase yang sedikit tidak memungkinkan untuk belajar, masa lansia misalnya. Belajar masih bisa menjadi alternatif agar daya ingat dan kemampuan berpikir dapat terpelihara. Belajar yang dibutuhkan oleh lansia mungkin adalah cara untuk memperoleh informasi oleh lansia yang dirasa masih penting karena meskipun sudah renta dirinya masih membutuhkan asupan informasi yang aktual agar dirinya tahu apa yang sedang terjadi disekitarnya saat itu juga. Cara belajar yang lainnya adalah mungkin belajar bagaimana cara mempersiapkan hari tua yang baik.

.

Maka dari itu, para pembaca sekalian tidak ada kata cukup untuk belajar karena dengan belajar kita dapat mengarungi kehidupan dengan baik. Keep learning J

-Rizki Pramayuda

This slideshow requires JavaScript.